Rabu, 16 November 2011

How To Wear A Turban For Hijaber

What is Turban???
From Wiki :


In English, Turban refers to several types of headwear popularly worn in the Middle East, North Africa and Southwest Asia.

A commonly used synonym is Pagri, the Indian word for turban.





Read more

Sea Games, Phosee!!!!

Langsung dari arena pertandingan, mari kita narsis-narsis dan narsis... hehehehe












;


-caiaouuu-
hehehehehe
Retno 

Read more

Senin, 14 November 2011

Sea Games, Senyuman dalam Harga Diri sebuah Bangsa

Menjadi bagian dari sea games adalah sebuah cerita sendiri buat gw, rasa bangga dan haru ketika tau bahwa CV iseng-iseng gw ternyata diterima begitu saja oleh INASOC bersama 10.000 pemuda-pemudi Indonesia lainnya yg melamar menjadi volunteer. Semua memiliki latarbelakang motivasi berbeda, ada yang karena mencari uang tambahan, ada yang karena mencari teman, ada pula yang seperti gw, cuma iseng. Mereka memiliki background pendidikan yang berbeda2 pula, tapi rata2 mereka anak kuliahan. Ceria, berwarna, seru tanpa beban itulah ke 8 orang timku si cherrybelle ; adzima, adit, ai, ayu, anggi, claudia, krisna, wiwid. Ada banyak cerita mengesankan sekaligus mengesalkan yang kami semua lewati bersama. Ditengah candaan dan tawaan kami, Kami juga menemukan gambaran yang sangat jelas tentang kesemrawutan Indonesia. Sea Games- Event olahraga fenomenal Asia Tenggara, yang dari awal pelatihan, kita dituntut untuk menjadi pribadi yang santun, sportif, bertanggungjawab, demi menjaga harkat dan martabat bangsa.
(˘̶̀ ِ ˘̶́ ")........ Hmmmmm pada akhirnya itu hanya teori PPKN belaka. Keironisan-keironisan semakin jelas terjadi baik sebagai bangsa ataupun individu. Kesimpulannya : MALU karena tidak bermartabat, MALU karena justru bangsa sendiri yang memang mau dipermalukan. MALU karena tau bahwa Korupsi Kolusi dan Nepotisme merajah dari mulai tukang air pinggir jalan, hingga ke mafia tiket yang umurnya baru belasan tahun. Kenapa Ya Ampun,, sungguh saya bingung umur semuda itu, sudah hilang rasa Keidealismeannya untuk tidak berbuat kecurangan, dia adalah mahasiswa, dan saya sungguh heran, entah karena ekonomi keluarga atau apa, itu nampak sangat menyedihkan mengingat dia masih belia. Si oknum itu tanpa tau malunya memasukan orang cuma-cuma, bahkan ketika saya komplain dengan si Penanggungjawab tentang kecurangan2an dilapangan. Dia menghardik saya dengan lantang dan bangga mengakui bahwa dia juga ikutan memasukan beberapa temannya seperti para aparat, tanpa ada rasa malu tentunya. Bahkan dengan rasa tidak bersalah sedikitpun dia memberikan tips-tips untuk berbuat curang seperti dirinya. Huowwwwwwwwwww...
Tentang aparat nakal lain, yang selama pertandingan jauh dari cerminan "tugas kenegaraan" rata2 mereka melebur bersama penonton ikut benar2 menontoni pertandingan hingga ketika ada penonton yang loncat gate, mereka malah bersikap tegas "biasa saja". Ai dan wiwid, cherrybelleku menangis karena Kesal apa yang diusahakan kami nampak sia-sia, semua penontonpun akhirnya meloncat ke VIP dengan riang gembira tanpa memperdulikan haluan kami. Ai menangis kencang dengan kepolosannya. Sementara aku merasa sangat bodoh menjadi kacung dalam kesakitan ini. Sungguh kami merasa tidak berarti saat itu. Teriakan-teriakan kami tentang regulasi terdengar seperti kacang goreng. Ketidaksportifan  hampir melekat sampai ke sanubari anak-anak bangsa nampaknya. Puluhan ribu penonton yang menerobos batas adalah gambaran sampling yang jelas dari banyaknya ketidak jujuran dinegeri ini, ketidaksportifan, ketidakmaluan atas harga diri. 
Lain lagi dengan cerita tukang air yang membekas dihati. Semula mereka diperbolehkan berjualan di arena dengan syarat semua botol tidak boleh dibawa masuk (air mineral harus langsung dimasukan ke plastik) untuk menghindari pelemparan bekas-bekas botol ke lapangan oleh oknum-oknum yang mungkin kecewa dengan jalannya pertandingan. Namun cerita dilapangan sangat lain, para tukang air tetap membiarkan botolnya masuk -_____-! Hingga kemudian muncul komplain ke "atas". Tentang para pedagang yang berlalu lalang itu, harus ditertibkan, tidak boleh masuk ke area karena sangat menganggu penonton dan peliputan media, khususnya media asing. Maka sejak saat ultimatum itu keluar, kami berusaha agar area selalu clear. Namun ada-ada saja si Tukang air makin kreatif, hingga gwpun curiga mereka itu mungkin aslinya pesulap kali yee,  bener-bener punya banyak trik dan makinnn deh suseh ditertibkan. Namun Bagaimanapun kami tetap berusaha hingga kadang bersitegang. Namun kalian tau apa manteman????
Seorang oknum penyelenggara yang official berseragam merah tiba-tiba datang menghardik kami ketika sedang menertibkan para tukang air itu. Dia datang dengan dengan seseorang yang dia sebut Koordinator Penjual (tp kuyakini dari busananya dia jelas preman), dengan ketegasan serta diplomatis yang dibuat-buat, dia membela para si penjual, dia menjelaskan kepada kami yang tidak bisa menerima begitu saja argumennya untuk meloloskan para penjual itu. Dia bilang pada kami bahwa : "yang dijual itu adalah produk sponsor maka mereka "DIPERBOLEHKAN" masuk .... (̾˘̶̀̾ ̯˘̶́̾ ̾̾'̾̾)̾  (Hello, klo resmi dari sponsor harus pake idcard ato seragam kali- kita emang masih muda tapi kita gak bego ya pak).

Sangat Mengecewakann,,si oknum berbaju merah yang tidak bertanggungjawab itu ternyata malah memilih menjadi mafia.
Sungguh amat memalukan ketika regulasi malah dilanggar oleh pihak yang membuat regulasi itu sendiri. Suap-Suap-Suap. Aku yakin beberapa lembar rupiahlah yang menjadi penyebabnya. Ternyata di Indonesia mafia hadir dari mulai pejabat kelas kakap sampe ke tukang air pinggir jalan.
Sungguh Kacau Balau...... Astaghfirullohalazim.

"Ai, Wiwid, atau siapapun jangan menangis karena Indonesia tak pantas ditangisi, tetaplah kita menjadi pribadi yang baik yang mungkin kadang kita harus berbesar hati. Hidup dinegeri yang rata-rata bangsanya tak punya harga diri." (Nau'dzubilahimindalik-semoga kita bukan salahsatunya)


--------------------------------------------------------------------------------------------------------------


NB : Cerita di atas jangan dianggap berlaku bagi semua orang yang berada pada naungan yang sama.

Bagaimanapun ada juga aparat yang bertanggungjawab seperti mas Zainal dan teman-temannya (yah walopun agak langka)
Volunteer-volunteer yang pekerja keras dan amanah seperti kami para cherrybelle (ihiyyyy narsis benerrr) dan volunteer-volunteer lain yang tak hafal nama-namanya, yang terbukti komitmen dan keberanianyaa. (A Very Big Aplause for  them)
Orang-orang tiketing yang jujur seperti Utty..
Dan banyak juga para panitia penyelenggara berseragam merah yang terbukti integritas dan disiplinnya,.

"Dimanapun-Kapanpun pasti selalu ada lingkungan yang penuh dengan ketidakjujuran, namun menjadi pribadi yang tetap jujur dalam kondisi apapun itu adalah sebuah PILIHAN !!!! :)

Tetap Semangat Berjuang untuk Indonesia Volunteer Sea Games 
Semangat kalian merupakan harga diri bangsa yang bisa diselamatkan!!!!



*kecewaku terobati dengan pembukaan Sea Games yang spektakuler, medali emas yang semakin hari bertambah serta persahabatan dengan para cherrybelleku YANG tetap bangga menjadi bagian dari keluarga Sea Games XXVI-dengan segala kekurangan dan keterbatasannya*
#kiss kiss kiss








TETAP SEMANGAT
GARUDA DIDADAKU-FORZA INDONESIA



14 November 2011,
Sri Retno Kusumawardani


Read more

www.redisredno.blogspot.com

Photobucket